Menulis,3
2 Views

TIDAK perlu mempermasalahkan, apakah kita menulis karena terpaksa atau dipaksa. Bahkan, jikapun karena memaksa diri sendiri. Tidak masalah. Selama keterpaksaan itu adalah atas kesadaran diri dan untuk diri sendiri itu tidak masalah. Keterpaksaan seperti ini sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan atas kesadaran diri sendiri. Artinya tidak merasa terpaksa, jadinya. Intinya, menulis itu, jika dipandang pentig maka menulislah. Apapun caranya. Apapun alasannya.

Sejatinya setiap tindakan dan perbuatan akan selalu berada pada tiga kemungkinan, ini yakni terpaksa, dipaksa atau memaksa diri. Termasuk dalam hal kreativitas menulis. Memaksa diri maksudnya memaksa diri menulis dengan alasan tertentu. Tentu dengan kesadaran diri sendiri saat memaksa diri. Ini sesungguhnya jauh lebih baik berbanding terpaksa atau dipaksa (dari luar diri). Terpaksa atau dipaksa kesannya tidak ikhlas. Kalau memaksa diri artinya tidak ada pihak lain yang ikut campur. Orang tidak tahu kalau ada keterpaksaan di dalamnya.

Kreativitas menulis pada hakikatnya dapat disebabkan oleh dorongan untuk mengekspresikan diri, ingin berkomunikasi dan merekam jejak catatan dan ingatan yang pernah dilakukan. Dan menulis otomatis akan berfungsi sebagai media pelampiasan dan luapan emosi. Di sini sekaligus dapat berfungsi sebagai sarana mengasah kemampuan berpikir kritis si penulis itu sendiri.

Sesungguhnya menulis, khususnya di era digitalisasi seperti dewasa ini artinya kita sedang melukis tentang diri sendiri yang di media yang secara langsung meninggalkan jejak atau lukisan itu sendiri. Itulah disebut kalau tulisan itu abadi. Tidak akan pernah mati meskipun penulisnya sudah mati. Bagai melukis di batu maka tulisan itu akan selamanya ada. Selama batunya ada. Kalau tulisan, selama pembacanya masih ada.

Sesungguhnya tujuan menulis bisa karena alasan motivasi. Alasan utama seseorang (kita) menyusun sebuah teks sebagai sebuah tulisan untuk mendorong diri untuk hal gtertentu. Namun kita pahami bahwa secara garis besar, tujuan menulis mencakup, memberikan informasi, membujuk pembaca, bentuk memecahkan masalah, mendidik, mengajar dan seterusnya. Dengan menulis terbukti ada banyak efek yang ditimbulkan.

Kalau kita baca buku-buku terkait kreativitas tulis-menulis dan atau kita iseng bertanya ke google atau AI tentang apa saja manfaat menulis, setidak-tidaknya kita akan menemukan jawaban berikut,

Manfaat menulis itu antara lain,

  1. Otak bisa jadi lebih jernih; Maksudnya, saat kita menulis ternyata pikiran yang tadinya kacau atau ruwet di kepala kita bisa keluar di kertas. Ternyata kita bisa menemukan solusi masalah yang tadinya membuat ruwet kepala.
  2. Terlatih berpikir; Hasil pengamatan para pakar menyatakan bahwa semakin sering menulis dan semakin lancar menuangkan pikiran dalam tulisan maka semakin terlatih pula kita berpikir.
  3. Ingatan lebih kuat; Logikanya, catatan yang kita buat pakai tangan atau mengetik di kybord itu membuat otak nyimpen info lebih lama dibanding jika hanya membaca saja. Bagi seorang pelajar, ini sangatlah bagus karena akan tersimpan lebih pelajaran yang ditulis itu.
  4. Dapat juga mengatur emosi; Ternyata menulis (seperti meulis jurnal atau tulisan apa saja) itu tak ada bedanya ibarat curhat ke diri sendiri. Maka stress, marah, kecewa jadi lebih lega setelah dituangkan kedalam tulisan.
  5. Membuka peluang; Buka peluang maksudnya membuka peluang berbagai hal. Bisa peluang ekonomi, bisnis seumpama membuat konten, caption jualan atau iklan dan lain sebagainya.
  6. Meninggalkan Jejak; Tulisan sudah terbukti bersifat abadi dalam arti selamanya ada. Kita sebagai penulis boleh mati tapi tulisan akan terus hidup. Tulisan kita akan dibaca besok, lusa, tahun depan atau entah kapan saja meskipun penulisnya sudah tiada. Baik pada jejak digtalnya maupun dalam bentuk buku (cetak) tulisan akan terus ada. itulah jejak karya kita.

Jika demikian, maka menulis sangatlah penting bagi kita. Maka menulislah kapan saja. Cintailah kreativitas menulis. Kata teman saya, menulislah setiap hari maka kamu akan tahu apa yang terjadi. Ini benar.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *