
Meral-Tanaikarimun.com. BOLEH jadi, pelaksanaan salat ied dan pemotongan hewan kurban tahun 2026 atau tahun 1447 H, Masjid Al-Ubudiyah tahun ini adalah jumlah terbanyak hewan kurbannya. Meskipun jumlah jamaah salatnya tidak lebih banyak dari pada jumlah jamaah Salat Idul Fitri yang lalu namun jumlah hewan kurban tahun ini adalah catatan tersendiri karena jumlahnya yang lumayan banyak.
Seperti biasa setelah pelaksanaan salat Idul Adha dilakukan pemotongan hewan. Sebanyak 16 ekor hewan kurban, terdiri dari 11 ekor kambing dan 5 ekor sapi disembelih. Dan sehari sebelumnya sudah dipotong juga sebanyak 9 ekor kambing yang merupakan hewan akikah dari masyarakat Wonosari yang disejalankan dengan pemotongan hewan kurban Idul Adha ini. Jadi, ada 25 ekor hewan yang disembelih bersempena Idul Adha tahun ini.
Pelaksanaan salat ied sendiri berjalan dengan lancar. Prosesi pelaksanaan salat ied dimulai pukul 07.00 (WIB) setelah sejak setengah jam sebelumnya kumandang takbir sudah dilakukan oleh jamaah yang duluan hadir. Diawali pidato singkat oleh Ketua Takmir Masjid Al-Ubudiyah, Sukemi salat dimulai setelah muazzin mengumandangkan iqomah salat ied.

Ketua pengurus masjid, Mas Sukemi menjelaskan tentang keputusan rapat pengurus dan masyarakat yang akan membangun menara setinggi 18 meter sebagai bagian kelengkapan bangunan masjid. Katanya, panitia pembangunan menara akan membuat semacam kupon sumbangan bagi masyarakat yang ingin memberikan sumbangannya. Demikian dia menjelaskan.
Salat ied diimami oleh salah seorang Imam Masjid Al-Ubudiyah, HM. Rasyid Nur. Khutbah disampaikan oleh Ustaz HM. Samsul Arif, Kepala KUA Kecamatan Kundur. Salat ied selesai sekitar pukul 08 lewat. Dan setelah bersalam-salaman, jamaah kembali ke rumah sebentar dan kembali lagi ke masjid untuk mengikuti kegiatan pemotongan hewan kurban.
Mengambil tempat di sisi kanan masjid, satu per satu hewan kurban disembelih. Diawali dengan pemotongan hewan kambing sebanyak 11 ekor. Dilanjutkan dengan 5 ekor sapi. Semua kegiatan dari penyembelihan sampai menguliti dan memotong daging dilakukan secara gotong royong. Ketua panitia pemotongan hewan kurban Masjid Al-Ubudiyah, Mas Budi sudah mengumumkan sejak awal bahwa pelaksanaan pemotongan hewan kurban dilaksanakan secara gotong royong. Sifatnya suka-rela. Siapa yang bersedia bekerja, dapat memberi tahu panitia.

Ada yang menarik dan menegangkan dalam proses pemotongan hewan kurban di Masjid Al-Ubudiyah, Wonosari tahun ini. Yaitu saat salah satu sapi terlepas dan melarikan diri setelah tali pengikatnya putus dari tiang pengikat. Kejadian unik sapi keempat, ini sontak membuat para penonton dan panitia terkejut dan khawatir.
Beberapa orang panitia segera memintas jalan sapi yang sudah sampai keluar area pemotongan hewan kurban. Dan alhamdulillah sapinya dapat ditangkap dan kembali dibawa ke area pemotongan. Pemtongan hewan dan pembagian daging kepada 563 KK se-Wonosari (RT 1, 2, dan 3) berjalan aman dan lancar. Semua warga masyarakat se-RW 07, Wonosari mendapatkan kupon untuk mengambil daging sapi.***


