
Karimun, Tanaikarimun.com – SELAIN melaksanakan Safari Subuh dengan label Safari Dakwah bersama Kemenag Kabupaten Karimun MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Karimun juga memberikan dakwah dan pembinaan ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Karimun, khususnya SLTA yang ada di Pulau Karimun. Program MUI Masuk Sekolah ini berupa pembinaan Rohis (Rohani Islam) sekolah-sekolah yang ada di pulau ini.
Diawali di SMA Negeri 1 Karimun akan berlanjut ke beberapa SMA dan Madrasah Aliyah (MA) yang ada di sini. Pada Jumat (08/08/2026) lalu MUI Kabupaten Karimun mengirimkan dua orang muballigh, Drs. HM. Rasyid Nur, MM dan Hj. Maimunah, MM. Didampingi Mulyadi (Bendahara Umum) dan H. Endang Sriwahyu (Sekretaris) kegiatan berlangsung pada pagi hari sebelum pembelajaran di kelas dilaksanakan.
Para siswa dan guru bersama Kepala Sekolah, Irwan Rajab berkumpul di lapangan upacara sekolah. Setelah pembacaan alquran, atraksi nyanyi nasyid dari siswa serta pidato sambutan oleh Kepala Sekolah diteruskan dengan tausiah oleh penceramah dari MUI. Pertama tampil adalah HM. Rasyid Nur yang dalam struktur kepengurusan sebagai Wakil Ketua Umum. Lalu Hj. Maimunah, yang di struktur adalah Ketua Bidang Penelitian dan Pengkajian.

Pada Jumat (14/08/2026) ini merupakan kali kedua MUI Kabupaten Karimun masuk ke sekolah. Sekolah yang mendapat giliran adalah SMA Negeri 5 Karimun, di Tebing. Hadir ke sini Drs. H. Riadul Afkar (Kakankemenag yang juga Pembina MUI), Drs. H. Afrizal (Ketua Umum MUI) dan Mulyadi. Dua orang pertama bertindak sebagai penceramah sementara lainnya sebagai pendamping.
Ketua MUI, Drs. H. Afrizal menjelaskan bahwa setiap penceramah dibantu uang transport. Diambilkan dari anggaran MUI yang merupakan dana hibah dari Pemda Kabupaten Karimun. Seperti juga kegiatan Safari Subuh (setpa hari Ahad) yang menggunakan anggaran MUI untuk penceramah, di kegiatan sekolah juga diberi uang transport. Demikian dijelaskan Ketua MUI.

Sementara materi ceramah Ketua MUI, itu terkait denganĀ perjuangan yang kebetulan bulan ini adalah peringatan HUT Kemerdekaan RI. Katanya, “Berjuang melawan kemalasan, melawan kebodohan dan bentuk lainnya buat Indonesia tidak cukup hanya diisi oleh orang-orang pintar tapi juga sangat diperlukan orang-orang yang jujur dan penuh semangat dalam berjuang.”
Bersekolah adalah salah satu bentuk perjuangan yang perlu dilalui oleh generasi muda seperti para siswa. Lebih jauh dikatakannya bahwa Indonesia tidak cukup mengandalkan kekayaan alam saja, tapi diperlukan juga kekayaan akhlak dan etika,” jelasnya. ***


