ADA pandangan berbeda terbaca di media tentang sikap saat berada di ruang pensiun. Saat usia sudah tua. Satu sisi, jika sudah lanjut usia, sudah sampai batas wajib bekerja, sudah pensiun dari kesibukan entah Pegawai Negeri entah Pegawai Swasta lainnya maka istirahatlah dengan tenang di rumah. Jangan lagi bersibuk-sibuk juga. Sudah saatnya berhenti dari menyibukkan diri. Nikmati saja sisa usia yang dianugerah. Tenang-tenanglah di rumah.
Tapi ada pandangan sebaliknya, bahwa masa tua bukan waktu untuk diam saja di rumah. Duduk tenang di rumah. Atau duduk-duduk skadar ngopi di kedai kopi bersama-sama teman-teman lama. Jangan begitu. Sebaiknya waktu tua atau waktu sisa setelah pensiun tetap dipakai untuk kegiatan positif dan produktif. Sama dengan saat masih aktif di tugas pokok. Setidak-tidaknya jangan dibuang begitu saja di rumah dengan alasan sudah pensiun.
Apakah kita akan memilih salah satunya? Menurut saya, jangan dipilih satupun jika maksudnya memilih hanya salah satu dan menapikan satu lainnya. Jangan hanya istirahat tok atau bekerja tok. Dikombinasi saja. Itu yang lebih tepat. Bekerja dengan istirahat tidak harus seketat dahulu aturannya. Kini, sepenuhnya terserah disiplin kita asal itu menyenangkan dan menyehatkan.
Saat tua, saat anak-anak mungkin tidak lagi menjadi tanggungan tidak berarti tidak boleh mengurus anak-anak atau cucu-cucu. Boleh saja. Sebagai hiburan di masa tua kita melakukan sesuatu untuk anak atau cucu kita. Jika merasakan nyaman dan menikmati saat-saat mengantar-jemput cucu ke sekolahnya, misalnya mengapa tidak dilakukan? Lakukanlah.
Pekerjaan seperti ini bukan lagi kewajiban, memang. Tapi saat merasakan kenikmatan atau kesenangan saat melakukan, mengapa tidak? Jangan sebaliknya. Merasa itu satu kewajiban yang menyebabkan rasa susah atau malah merasa menderita dan tersiksa. Bahwa anak-anak sudah dewasa dan sudah mempunyai kehidupannya sendiri dengan keluarganya, iya. Itu hal yang tidak perlu membebani kita. Beban itu sudah berlalu. Tapi, saat membantu anak atau cucu yang justeru menyenangkan, maka lakukanlah.
Kerja-kerja lain, seperti jumpa teman-teman, menghadiri undangan dan berbagai kegiatan di luar rumah pun dapat dilakukan selama itu tidak mendatangkan kesulitan. Sepernuhnya diukur dari kesenangan kita sendiri. Jika duduk di kedai kopi dalam waktu tertentu untuk menyenangkan, silakan dilakukan. Jika masih ingin berkebun, berternak ayam atau apa saja yang dianggap menyenangkan, mari kita lakukan.
Hal penting yang mesti menajdi perhatian adalah menjaga kesehatan. Di sini ada pola makan, minum, olahraga dan lainnya yang wajib diperhatikan. Ada banyak informasi, baik langsung membaca buku, menonton video atau melalui medsos lainnya silakan itu dilakukan. Intinya, masa pensiun, masa tua bukanlah masa diam saja atau sebaliknya masa yang serba terpaksa.
Sudah begitu banyak tulisan, foto dan video yang mengingatkan kita untuk tidak diam saja dengan alasan sudah pensiun. Jadi, akan merasa tersiksa atau bahagia bekerja di masa tua, sepenuhnya tergantung kita yang menjalaninya.***
Dari catatan di: https://mrasyidnur.blogspot.com/2026/10/menikmati-atawa-menyiksa-diri.html
