Lansia
2 Views

TULISAN ini saya baca dan ambil dari kiriman seorang teman Grup WhastApp (WAG) mahasiswa Unri/ UR (Universitas Riau) Pekanbaru.  RUGI KALAU TIDAK DIBACA !!!!, kata teman yang mempostingnya. Saya tak tahu dia mengambil dan mendapatkan dari mana. Tapi, saya percaya tulisan ini memang bagus, khususnya buat kita para lansia (lanjut usia) ini. Maaf, saya posting seutuhnya, sehingga kekeliruan ejaan dan tata bahasanya saya biarkan agar terlihat asli. Hanya judul dan pengantar (tulisan miring) yang saya buat. (M. Rasyid Nur)

Banyak ‘Penyakit’ bukanlah Penyakit, melainkan Penuaan Normal. Seorang Direktur Rumah Sakit memberikan Tips ini kepada orang Lanjut Usia:

Anda tidak sakit, Anda sedang Menua. Banyak kondisi yang Anda anggap sebagai penyakit sebenarnya bukan.

Itu adalah tanda bahwa tubuh Anda sedang Menua.

  1. Ingatan yang buruk bukanlah Alzheimer. Itu adalah mekanisme perlindungan diri dari Otak yang menua. Itu adalah penuaan Otak, bukan penyakit. Jika Anda lupa di mana Anda meletakkan kunci, tetapi Anda dapat menemukannya sendiri, itu Bukan Demensia.
  2. Berjalan lambat dan memiliki kaki dan telapak kaki yang tidak stabil bukanlah kelumpuhan, melainkan Degenerasi Otot. Solusinya Bukan minum obat, tetapi bergerak terus-menerus.
  3. Insomnia bukanlah penyakit; itu adalah Otak yang menyesuaikan Ritme (Irama)nya. Itu adalah perubahan Pola Tidur. Jangan minum Pil Tidur. Ketergantungan jangka panjang pada Pil Tidur dan alat bantu tidur lainnya meningkatkan risiko jatuh dan penurunan Kognitif. Obat terbaik bagi Lansia untuk mendapatkan tidur yang Nyenyak adalah dengan mendapatkan lebih banyak Sinar Matahari di Siang hari dan menjaga Jadwal Tidur yang Teratur.
  4. Nyeri dan Sakit Badan  bukanlah Rematik, melainkan Reaksi Normal terhadap penuaan sistem Saraf. Banyak Lansia mengatakan, “Lengan dan kaki saya sakit di seluruh bagian. Apakah ini Rematik atau Hiperplasia tulang?” Tulang memang menjadi longgar dan menipis, tetapi 99% dari ‘Nyeri dan Sakit Badan’ bukanlah penyakit, melainkan konduksi Saraf yang lambat yang memperkuat rasa Sakit. Ini disebut Sensitisasi Sentral, perubahan Fisiologis umum pada Lansia. Olahraga adalah Obatnya, bukan Pengobatan.
  5. Kolesterol Tinggi.  Lansia memiliki kadar Kolesterol yang sedikit lebih tinggi karena mereka telah hidup lebih lama. Kolesterol adalah bahan baku untuk Mensintesis Hormon dan Membran sel. Kadar Kolesterol yang terlalu rendah dapat dengan mudah mengurangi Kekebalan tubuh.  Pedoman tekanan darah pada Lansia adalah kecil dari 150/90 mmHg, bukan standar kecil dari 140/90 mmHg untuk orang yang lebih muda. Jangan perlakukan Penuaan sebagai Penyakit.
  6. Penuaan bukanlah penyakit; itu adalah perjalanan yang tak terhindarkan yang harus kita nikmati selagi kita masih bisa.

Beberapa kata untuk lansia dan anak – anak mereka:

  1. Ingatlah bahwa Tidak semua ketidak kenyamanan adalah penyakit.
  2. Banyak Lansia takut akan rasa sakit. Jangan terintimidasi oleh laporan pemeriksaan fisik atau disesatkan oleh iklan.
  3. Hal terpenting bagi anak – anak bukanlah membawa orang tua mereka sendirian ke Dokter atau ke rumah sakit, tetapi menemani mereka berjalan – jalan, berjemur, makan, berbicara, dan menjalin hubungan.

Penuaan bukanlah musuh. Itu adalah cara lain untuk mengatakan: “Saya ingin hidup sedikit lebih lama.” Tetapi stagnasi adalah musuh!.  Ayo Bergerak!

Seorang Ahli Onkologi berkata :

  1. Usia Paruh Baya dimulai pada Usia 50 dan berakhir pada Usia 70.
  2. Usia Emas dimulai pada Usia 70 dan berakhir pada Usia 80.
  3. Usia Tua dimulai pada Usia 80 dan berakhir pada Usia 90.

Semoga pesan-pesan yang disampaikan ini ada manfaatnya buat kita dan buat pembaca muda yang kelak juga akan menjadi lansia alias lanjut usia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *