TEMAN saya, Stepon (panggilannya, tapi namanya Syaiful) mengirimkan tulisan berjudul SPOKEN. Saya tanya, katanya, ini tulisan kiriman dari temannya di Surabaya. Saya minta izin ke teman saya ini untuk diposting di blog ini. Setelah saya baca, laya juga dibaca oleh para pengunjung tanaikarimun.com ini. Tulisannya begini (dengan mengedit ejaannya):
Mengapa Tuhan menciptakan usia lanjut? (Terjemahan Versi Bahasa Indonesia)
Suatu hari, seorang pria bertanya kepada Tuhan, “Jika Engkau mampu melakukan apa saja, mengapa Engkau tidak menciptakan manusia untuk tetap muda selamanya?”
Tuhan tersenyum dan menjawab: “Karena usia lanjut memiliki tujuan yang indah.”
“Aku melemahkan penglihatanmu — agar secara perlahan, keterikatanmu pada keindahan dunia luar memudar, dan engkau belajar untuk melihat keindahan di dalam diri.
Aku memberimu kerutan — agar engkau memahami bahwa keindahan sejati jauh melampaui raut wajah.
Aku melemahkan kekuatan kakimu — agar engkau bertahap melambat, berhenti terburu-buru menjalani hidup, dan berpaling ke dalam diri.
Aku melemahkan pendengaranmu — agar engkau mengurangi perhatian pada apa yang dikatakan orang lain dan mendengar lebih saksama suara hatimu sendiri.
Aku memberimu lebih banyak waktu untuk beristirahat — agar secara perlahan, keterikatanmu pada kehidupan duniawi melonggar.”
Selanjutnya,
“Jika engkau tetap muda selamanya, akankah engkau pernah belajar untuk meninggalkan dunia yang indah ini dan dengan tenang menerima akhir dari kehidupan?”
Ketika kematian datang secara tiba-tiba, mereka yang ditinggalkan sering kali berjuang melawan rasa duka selama bertahun-tahun.
Namun ketika seseorang telah menjalani hidup yang panjang dan penuh kebahagiaan, orang-orang dapat lebih mudah menerima bahwa kehidupan telah menyelesaikan perjalanan alaminya.
Mungkin itulah mengapa usia lanjut bukanlah sebuah hukuman. Ini mungkin adalah cara lembut Tuhan mengajari kita untuk melambat, melepaskan, bersyukur, dan mempersiapkan diri menghadapi perjalanan akhir kita.
Keindahan sejati dari usia lanjut bukanlah pada apa yang hilang dari kita… melainkan pada apa yang akhirnya berhasil kita lepaskan.
Usia lanjut bukanlah sebuah kutukan. Ini bisa menjadi berkah dari Tuhan — sebuah perjalanan bertahap dari keterikatan duniawi menuju kedamaian batin dan penerimaan.
Mungkin Tuhan menciptakan usia lanjut agar secara perlahan kita belajar melepaskan diri dari ikatan kita dengan dunia ini.
Stepon: Kiriman seorang sahabat di Surabaya.
